Guardiola Kecewa Marc Guehi Tidak Bisa Bela Man City di Final

Bagikan

Marc Guehi dipastikan absen saat Manchester City menghadapi Arsenal di final Carabao Cup di Wembley pada 22 Maret. Penyebabnya adalah status cup-tied setelah ia bermain tiga kali untuk Crystal Palace di kompetisi yang sama.

Guardiola Kecewa Marc Guehi Tidak Bisa Bela Man City di Final

Situasi ini membuat Guardiola mempertanyakan logika aturan, karena musim ini aturan cup-tied di Carabao Cup sebenarnya telah dilonggarkan. Meski peraturan baru memungkinkan pemain membela dua klub dalam satu edisi, ada klausul penting yang harus dipenuhi.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Pemain harus didaftarkan sebelum leg pertama semifinal, dan Guehi gagal memenuhi tenggat tersebut karena kontraknya di City baru berjalan setelah batas waktu. Akibatnya, ia menjadi satu-satunya pemain yang tetap berstatus cup-tied musim ini. Guardiola menilai keputusan ini tidak konsisten dan terlihat arbitrer, terutama jika dibandingkan dengan fleksibilitas aturan di FA Cup.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Ketidakkonsistenan Aturan Menurut Guardiola

Guardiola menilai EFL seharusnya mempertimbangkan ulang aturan tersebut, karena logikanya Guehi seharusnya bisa bermain. Namun, BBC Sport melaporkan bahwa permintaan itu tidak akan dikabulkan, dan Arsenal kemungkinan akan keberatan jika aturan diubah mendadak.

Dari sudut pandang manajer City, perbedaan aturan antara FA Cup dan Carabao Cup terlihat jelas. Di FA Cup, pemain bisa bermain untuk dua klub tanpa tenggat selain penutupan bursa transfer, sementara di Carabao Cup ada batas tambahan di fase semifinal.

Situasi ini membuat Guardiola merasa aturan Carabao Cup terlalu kaku. Ia menekankan bahwa jika Guehi tidak tampil untuk Palace sebelumnya atau direkrut dari klub luar Inggris, ia bisa bermain di semifinal dan final, sehingga batas waktu saat ini tampak tidak adil.

Baca Juga: Perselisihan Cristiano Ronaldo dengan PIF Picu Absennya Al Nassr dari Sorotan

Sejarah dan Alasan Perubahan Aturan

Guardiola Kecewa Marc Guehi Tidak Bisa Bela Man City di Final

Sebelum musim ini, pemain yang bermain di Carabao Cup otomatis tidak bisa membela klub lain. Aturan ini dipertahankan untuk menjaga integritas turnamen. Namun, perubahan jendela transfer dan praktik pemain yang pindah klub membuat aturan itu dianggap ketinggalan zaman.

Sejak 2018, UEFA menghapus aturan cup-tied di kompetisi Eropa, dan Inggris mengikuti tren serupa. Musim ini, EFL memperbolehkan pemain membela dua klub di Carabao Cup, mengikuti kebijakan FA Cup. Aturan baru ini memberi fleksibilitas bagi klub dan pemain yang pindah di tengah musim.

Namun, ada batasan pendaftaran yang harus dipatuhi. Meski terkesan minor, batas ini menjadi penyebab Guehi tetap tidak bisa tampil, menunjukkan bahwa meski aturan sudah longgar, tidak semua pemain otomatis mendapatkan pengecualian.

Preseden dan Penegasan EFL

EFL menegaskan bahwa aturan sudah ditetapkan sejak awal musim dan semua klub menyadari tenggat pendaftaran. Manchester City dianggap memahami risiko jika menandatangani pemain baru setelah batas waktu pendaftaran.

Meski begitu, EFL sebenarnya pernah menyesuaikan aturan di tengah musim, seperti kasus pemain Chelsea Marc Guiu yang sempat dipinjamkan dan kembali sebelum batas waktu. Setelah klarifikasi, Guiu diizinkan bermain untuk Chelsea, termasuk melawan Arsenal. Kasus Marc Guehi berbeda karena EFL memilih mempertahankan regulasi hingga final.

Ini menunjukkan bahwa meski aturan bisa fleksibel, keputusan mempertahankan batasan di fase akhir adalah kebijakan resmi kompetisi, dan Guardiola harus menghormatinya meski terlihat kontroversial. Manfaatkan juga waktu luang anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang berita sepak bola terupdate lainnya hanya dengan klik goaledn.com.